Secara umum, profesi
sering diartikan sebagai suatu pekerjaan yang didasari oleh ilmu pengetahuan
maupun keahlian tertentu. Seperti yang dikatakan oleh Dedi Supriyadi (1998:95)
yang menyatakan "profesi merupakan pekerjaan atau jabatan yang menuntut
suatu keahlian, tanggung jawab serta kesetiaan terhadap profesi."
Adapun pemikiran lain mengenai profesi menurut Peter Jarvis (1983:21) yang
menyatakan bahwa "profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada
studi intelektual dan latihaan yang khusus, tujuannya iyalah untuk menyediakan
pelayanan ketrampilan terhadap yang lain dengan bayaran maupun upah tertentu." Sedangkan Cogan (1983:21) mendefinisikan profesi sebagai
"suatu ketrampilan yang terdapat dalam prakteknya didasarkan atas suatu
struktur teoritis tertentu dari beberapa bagian pelajaran ataupun ilmu
pengetahuan."
Berdasarkan beberapa
pengertian diatas, selain membutuhkan suatu ilmu pengetahuan khusus, profesi
juga membutuhkan pelatihan khusus dalam rangka meningkatkan keterampilan atau
keahlian dibidang profesi yang menjadi tanggung jawab nya. Pelatihan merupakan salah satu faktor utama dalam profesi. Jika tidak adanya sebuah
pelatihan, tentunya skill yang dimiliki tidak akan dapat berkembang. Dampak
yang dihasilkan ialah dimana ilmu pengetahuan seseorang mengenai profesi yang
dimiliki belum tercukupi. Sehingga ketika melakukan kegiatan profesi tersebut,
bisa saja tidak memuaskan atau bahkan dapat menciptakan suatu kesalahan.
Namun sebaliknya jika
kita terus melakukan pelatihan, tentunya dalam waktu yang bersamaan kita akan
menambah ilmu pengetahuan yang dihasilkan dari pelatihan tersebut. Sehingga
kita dapat menguasai suatu profesi. Seseorang yang berkomitmen dalam suatu
profesi untuk meningkatkan kemampuannya dapat disebut dengan istilah
profesionalisme.
Profesi juga dapat banyak
ditemukan dalam bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Mungkin sebagian orang
menyatakan bahwa pekerjaan dalam bidang Ilmu Perpustakaan ialah hanya menata
buku, menjaga perpustakaan dan sebagainya. Padahal bidang Ilmu Perpustakaan dan
Informasi memiliki keahlian khusus tersendiri. Contoh nya seperti keahlian
dalam klasifikasi sebuah buku, mengelola arsip maupun rekod, mengelola
informasi dan sebagainya.
Pastinya keahlian ini
membutuhkan pelatihan secara terus menerus agar dapat mematangkan keahlian
tersebut karena kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan secara sembarangan
serta tidak mudah untuk melaksanakan suatu kegiatan itu. Wajib bagi mahasiswa
khususnya pada bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi untuk menguasai keahlian
dibidangnya. Terlebih lagi saat ini banyak yang membutuhkan kepegawaian yang
ahli atau memiliki latar belakang dalam bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi.
Salah satu profesi
dibidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi khususnya dalam bidang Manajemen Rekod
yang paling menarik perhatian saya ialah staff manajemen rekod dengan posisi
sebagai Penyelia (Supervisor) Manajemen Rekod. Posisi ini bertanggungjawab
dalam hal pembuatan prosedur manajemen rekod, koordinasi dengan unit kerja,
administrator database manajemen rekod, membuat kontrak penyimpanan rekod,
memantau penggunaan anggaran & menilai kinerja karyawan di bawahnya, serta
memimpin proyek rekod.
Mengapa saya memilih
profesi ini? Alasan khususnya ialah pada tanggung jawab pembuatan prosedur
manajemen rekod, pembuatan kontrak penyimpanan rekod, dan menilai kinerja
karyawan. Dimana dalam pembuatan prosedur manajemen rekod, Penyelia
(Supervisor) Manajemen Rekod harus benar-benar memahami proses ataupun tahapan
pengelolaan rekod. Jika tidak, maka akan menimbulkan kesalahan atau bahkan
kegagalan pada saat kegiatan mengelola rekod. Untuk pembuatan kontrak
penyimpanan rekod, alasan saya ialah agar rekod yang sudah tidak terpakai dapat
dimusnahkan atau disimpan pada tempat khusus. Sehingga masa penyimpanan rekod
sudah sesuai dan rekod yang telah tidak dapat dimanfaatkan sekarang, tidak
menumpuk dengan rekod aktif. Kemudian dengan menilai kinerja karyawan,
diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi karyawan tersebut sehingga karyawan juga
akan mengembangkan kinerja mereka.
Cara saya untuk meraih
profesi ini tentunya ialah dengan memperbanyak membaca dan memahami mengenai
manajemen rekod. Selanjutnya dengan mengembangkan kemampuan berupa
mengoperasikan database. Pengembangan ini dilakukan dengan cara melakukan pelatihan
dalam mengelola rekod, mengeoperasikan database secara terus menerus. Selain
itu, juga mengembangkan sifat kepemimpinan yang baik dan komunikatif. Agar
profesi ini dapat terus berkembang dalam suatu perusahaan, dapat dilakukan dengan
mengadakan evaluasi serta simulasi atau pelatihan secara rutin.
Daftar Pustaka:
Tommy. 2020. Apa Yang Dimaksud Dengan Profesi? Ciri, Karakteristik, dan Syarat. https://kotakpintar.com/pengertian-profesi/.
Qonitah, Hani. 2017. Records Management Services Staffing: Qualifications & Positions.

Komentar
Posting Komentar