MUHAMMAD DHANNY ROIS - 195030701111006 - UJIAN AKHIR
SEMESTER- MANAJEMEN REKOD- KELAS B
Menurut ISO 15489 : 2001 memaparkan
bahwa manajemen rekod sebagai bidang manajemen yang bertanggung jawab atas
pengaturan yang efisien dan sistematis atas penciptaan, penerimaan,
pemeliharaan, penggunaan dan pengaturan catatan, termasuk proses-proses
penangkapan dan penyimpanan bukti dan informasi tentang aktivitas bisnis dan
transaksi dalam bentuk catatan. Dikarenakan
banyaknya aktivitas- aktivitas yang menyebakan bom ledakan informasi, maka
profesi dalam rekod dibutuhkan untuk mengatasi dalam bentuk apapun
dokumen-dokumen yang dilakukan dan ditemukan didalam setiap perusahaan, salah
satunya profesi dalam rekod ialah organisasi kearsipan perusahaan.
Organisasi kearsipan
perusahaan merupakan suatu bagian arsip yang melakukan sebuah pengelompokan
arsip, indexing, menyimpan, memberikan peminjaman, pemeliharaan, dan
melakukan sebuah pemusnahan arsip atau dokumen didalam perusahaan. Organisasi
kearsipan peusahaan melakukan sebuah lingkup kerja terbatas sesuai dengan
perusahaannya. Pengelolaan kearsipan perusahaan akan semakin kompleks tergantung
besar atau kecilnya perusaahaan. Perusahaan yang besar akan sangat membutuhkan
manajamen rekod untuk mengelola dokumen yang dibutuhkannya semakin kompleks
untuk memberikan kelancaran jalannya perusahaan. Dan menjaukan dari sebuah
kekacauan didalam dokumen.
Organisasi kearsipan perusahaan harus memiliki keterampilan
jiwa seorang pustakawan. Dalam organisasi kearsipan perusahaan perlu memahami
keterampilan pencarian dan menemukan informasi. Hal ini yang dimaksud adalah bagaimana
mengakses dan mengambil informasi eksternal yang mungkin dibutuhkan oleh
organisasi. Organisasi kearsipan perusahaan harus mengetahui bisnis organisasinya
dan dapat menerapkan keterampilan dan teknik -teknik dari bidang informasi itu
sendiri untuk memenuhi kebutuhan yang terdapat dalam perusahaan atau
organisasi, disisi lain organisasi kearsipan perusahaan harus mampu
mengidentifikasi informasi sebagai sumber didalam prusahaan dan untuk menilai-nilai
informasi yang dihasilkan dan digunakan oleh perusahaan. Karena organisasi
kearsipan perusahaan harus bertanggung jawab atas salah satu aset terpenting
dari organisasi atas informasinya yang
dimiliki.
Perusahaan-perusahaan yang memiliki cabang dan kantor
menyebar diseluruh penjuru dalam negeri atau luar negeri akan melakukan proses
manajemen rekod. Dimana melakukan sebuah sistem sentralisasi, desentralisasi,
atau dilakukan sebuah penyatuan gabung antara kedua belah pihak tersebut.
Supaya dapat memberikan sebuah efesien dan efektif dalam pemberkasan dokumen
rekod. Pemberkasan adalah bila rekod yang benar disimpan dan diberkaskan maka
mereka dapat diketemukan ketika dibutuhkan, kemudian akan memberikan fungsi
yang berguna. Rekod yang diciptakan maupun yang diterima harus disusun,
disimpan untuk ditemu balik kemudian digunakan oleh pemakai.
Filing system (pemberkasan) menurut Kennedy (1998) adalah
sistem penyimpanan dan penemuan kembali informasi yang terdiri dari aspek
sistem seperti : lokasi fisik, metode klasifikasi dan pengideksan, pengaturan
dan penataan berkas, prosedur pemberkasan, peralatan dan perlengkapan,
pelacakan berkas, teknologi yang digunakan dalam implementasi sistem. Penyimpanan ini memerlukan sebuah sistem
tersendiri. Untuk menyusun rekod memerlukan sistem pemberkasan, artinya
penyusunan arsip dinamis secara sistematis, logis yang menggunakan angka,
huruf, kombinasi angka dan huruf untuk identifikasi rekod.
Ruang ligkup pekerjaan organisasi kearsipan perusahaan tidak
hanya untuk menyimpan arsip, dokumen yang dipemberkasan. Melainkan dapat
berasumsi mengontrol, memberikan atau menyajikan sebuah informasi penting yang
mungkin memiliki sebuah bernilai bagi pengguna atau stakeholder. Dengan
kebutuhan yang sangat berbeda-beda dan menggunakan informasi dalam sehari-hari.
hal ini disebabkan karena perusahaan-perusahaan yang sudah maju terlebih pada
perusahaan dalam bidang keuangan, perbankan, dan perusahaan skala multi
nasional atau internasional.
Ada yang beranggapan bahwa bagian arsip tidak penting karena
pekerjaannya hanya melakukan menyimpan, memberikan pinjaman, pemeliharaan,
pengelompokan, dan pemusnahan rekod. Akan tetapi yang beramsumsi rekod tidak
penting dalam perusahaan itu adalah salah besar. Dikarenakan bagian arsip di
perusahaan paling kompetan vital dalam memberikan susunan pekerjaan suatu administrasi
perusahaan. Semakin kompleksnya suatu permasalahan diperusahaan mengenai daya
saing semakin meningkat, maka archive manager melakukan enrichment pekerjaan
guna mendukung kebutuhan organisasi dalam menyedikan data, dokumen, dan
informasi yang akurat dan tepat.
Dalam melakukan pengarsipan isi yang terkandung dapat
terhubung antara satu dengan yang lainnya dengan metadata yang diperlukan atau
difungsikan untuk mendokumentasikan. Format dalam keterkaitan antar elemen yang
membentuk konsep harus tetap dapat terkandung di transaksi struktur arsip. Kegiatan
dalam arsip yang diterima, dibuat dan digunakan harus dilakukan dengan jelas, hal
ini disebabkan karena akan digunakan oleh para stakeholder atau masyarakat
perusahaan. Maka hal yang dilakukan untuk kejelasan seperti proses pada saat
kegiatan transaksi berbagai macam di perusahaan atau berkaitan dengan
penyimpanan. Pengelolaan arsip itu harus memberikan
bukti yang sah dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan atau transaksi yang
didokumentasikan realistis. Supaya dijadikan sebagai alat bukti yang sah dalam
hal kegiatan apapun.
Referensi
Sulistyo, Basuki. 2016. Pengantar Ilmu Kearsipan. Universitas
Terbuka: Tanggerang.
Handoyo,
Widhi. Tidak Ada Tahun. Manajemen Kearsipan Modern. Diunduh dari http://repository.ut.ac.id/4072/1/ASIP4311-M1.pdf.

Komentar
Posting Komentar