MENGENAL RECORDS MANAGER

MEYVA SIWI RACHMASARI | 195030700111021 | UAS MANAJEMEN REKOD | KELAS B


MENGENAL RECORDS MANAGER

Salah Satu Profesi di Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Records Manager merupakan seseorang yang bertanggung jawab untuk mengelola dan memelihara informasi yang dihasilkan dan diterima oleh organisasi baik publik maupun swasta secara efektif, akurat, aman, dan tepat. Records Manager juga bertanggung jawab atas pengembangan, implementasi, dan administrasi arahan dan prosedur operasi standar untuk pembuatan, pengambilan, perlindungan, pelestarian, dan penghancuran rekod (baik hard copy maupun elektronik).

Records Manager berbeda dengan arsiparis. Archivist (arsiparis) bertanggung jawab terhadap kegiatan archives management atau archives administration (arsip statis) sedangkan Records Manager bertanggung jawab terhadap kegiatan records management (arsip dinamis). The International Standards Organization (ISO) (15489: 2001) mendefinisikan record management sebagai “Bidang manajemen yang bertanggung jawab atas kontrol yang efisien dan sistematis dari pembuatan, penerimaan, pemeliharaan, penggunaan, dan disposisi rekod, termasuk proses untuk mengambil dan memelihara bukti dan informasi tentang kegiatan bisnis dan transaksi dalam bentuk rekod.”

Secara umum skill untuk menjadi Record Manager yaitu kesabaran, ketelitian, mengetahui prioritas, keterampilan pemecahan masalah, kemampuan analisis, keterampilan administrasi, kemampuan berorganisasi, keterampilan komunikasi dan mempengaruhi (communication and influence skills), dan rasa percaya diri. Namun, untuk menjadi manajer rekod di era digital harus memliki keterampilan dan pengetahuan sebagai berikut:

1.   Landasan teoritis ilmu kearsipan

Manajer rekod perlu menyadari teori kearsipan sehingga dapat memperlakukan dokumen kearsipan dengan tepat karena objek pertama teori kearsipan adalah sifat dokumen arsip atau rekod (Eastwood 1994; Duranti 2001).

2.   Pengetahuan kerangka legislatif dan kebijakan yang mempengaruhi manajemen rekod

Manajemen rekod berlangsung dalam kerangka hukum dan kebijakan sehingga mempengaruhi cara arsip dikelola.

3.   Keterampilan kolaboratif

Rekod elektronik dihasilkan oleh TIK. Tenaga teknologi informasi mengelola infrastruktur TIK sedangkan konten (rekod) dikelola oleh profesional manajemen rekod. Oleh profesional manajemen rekod perlu memahami bahasa dan proses TI dasar.

4.   Keterampilan berbasis TIK

Agar manajer rekod dapat secara efektif menjalankan tugas di era digital, maka perlu memiliki keterampilan kerja dan pengetahuan dalam menggunakan TIK. Menurut Wamukoya dan Mutula (2005), mengelola rekod dalam lingkungan digital menimbulkan beberapa tantangan karena teknologi-teknologi terkini memerlukan keterampilan dan kompetensi baru.

5.   Soft / personal skills

Records Manager membutuhkan berbagai soft skill dan personal skill untuk bertahan di era digital. Diakui, keterampilan ini masih relevan bahkan di lingkungan yang didominasi oleh sistem pencatatan rekod manual. Keterampilan dan pengetahuan ini meliputi:

a.      Keterampilan persuasif dan advokasi

Record Manager perlu berpikir dan bertindak secara strategis. Agar rekod diakui sebagai aset strategis yang dapat membantu organisasi mencapai tujuan mereka, Record Manager perlu meyakinkan manajer strategis bahwa penyelarasan tujuan manajemen rekod dan tujuan organisasi dapat membantu pencapaian tujuan organisasi.

b.      Keterampilan komunikasi

Record Manager harus dapat berkomunikasi dengan manajer di semua tingkatan organisasi (Maropamabi 2018)

c.      Keterampilan lainnya

Diantaranya adalah keterampilan presentasi, pelatihan, pemantauan dan evaluasi. Hal ini dibutuhkan karena pengelolaan rekod dinamis dan keahlian yang dibutuhkan oleh Record Manager akan berubah seiring dengan kemajuan teknologi.

6.   Penerapan praktik terbaik dalam manajemen arsip

Kepatuhan terhadap standar praktik terbaik manajemen rekod merupakan langkah untuk memfasilitasi manajemen rekod yang efektif untuk pemberian layanan (Kemoni 2007).

Keterampilan-keterampilan dan pengetahuan inilah yang membuat profesi Record Manager menarik, karena menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang ingin menekuninya. Selain ilmu atau teori mengenai manajemen rekod, profesi ini juga harus diliputi keterampilan komunikasi, kolaboratif, dan juga soft skill yang akan menjadikan seorang individu sebagai professional Record Manager.

Untuk menjadi records manager maka selama kuliah carilah posisi magang dengan sistem perpustakaan atau perusahaan konsultan layanan informasi untuk mendapatkan pengalaman dengan setidaknya satu sistem informasi otomatis. Selain itu, jadilah volunteer yang berkaitan dengan records management sehingga dapat terbiasa dengan penyimpanan data, pengambilan, dan sistem pengarsipan otomatis sehingga mahasiswa Library and Information Science memiliki soft skills yang matang saat lulus. Untuk mengembangkan profesi ini, maka generasi muda harus mengenal siapa Record Manager dan peran pentingnya. Dengan begitu pula kesadaran masyarakat sekitar akan manajemen rekod meningkat bersamaan dengan peningkatan pengetahuan.


DAFTAR PUSTAKA

GTI Media. Records Manager: Job Description. Dalam https://targetjobs.co.uk/careers-advice/job-descriptions/278259-records-manager-job-description diakses pada 21 Desember 2020.

Mosweu, Olefhile. (2019). Knowledge and Skills Requirements for A Records Manager in Botswana in The Networked Environment. Journal of The South African Society of Archivists, Volume 52.

Taylor, Allan dan James Robert Parish. (2009). Career Opportunities in Library and Information Science. New York: Ferguson Publishing.

Komentar